Sekolah Kejuruan & Pelatihan Teknologi

Sekolah Kejuruan & Pelatihan Teknologi

Sekolah Kejuruan & Pelatihan Teknologi. Dalam acara Pertemuan Bank Indonesia Tahun 2017 di Assembly Hall 1 dan 2 Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa malam 28 November 2017, Presiden RI Joko Widodo merilis rencana membangun sumber daya manusia (SDM) Negara RI, yang berbasis keahlian melalui pendidikan kejuruan, pelatihan vokasi, dan politeknik. (Setkab RI, 29/11/2017).

Bagi Bangsa Indonesia, revolusi sains, teknologi, dan atom harus mewujudkan Pancasila sebagai dasar Negara-RI yang berkedaulatan Rakyat. Begitu pula pendidikan SDM untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa, harus mewujudkan Rakyat Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kita perlu belajar dari keberhasilan diversifikasi sekolah kejuruan (Vocational Supplementary School Regulations) Jepang (1893) dan sekolah magang (Apprentice School Regulations) Jepang (1894) untuk pendidikan industri. Sebelum Perang Dunia II, Kaisar Jepang merilis dekrit (kyôiku chokugo) pendidikan kode etik Rakyat Jepang, jiwa patriotisme, dan loyalitas kepada Kaisar dan negara Jepang.

Tahun 1899, Jepang menerapkan sekolah kejuruan industri, pertanian, komersial, maritim, dan keahlian praktis. Tahun 1993, Jepang merilis sekolah profesi (Senmon gakko) obat-obatan, farmakologi, hukum, engineering, dan komersial. Pemerintah menambah universitas imperial di Kyoto (1897), Sendai (1907), dan Fukuoka (1910) (Mehl, 2005:20-21). Hasilnya, hingga kini, Jepang adalah super-power sains, teknologi, dan atom di Asia, tradisi Jepang masih terawat dan lestari.

Tinggalkan Balasan