Bung Komar Desak Pimpinan TNI dan Polri Segera Tertibkan Pasukan di Papua

Bung Komar Desak Pimpinan TNI dan Polri Segera Tertibkan Pasukan di Papua
Komarudin Watubun. Foto: Dok Pri

jpnn.com, JAKARTA – Anggota DPR RI Komarudin Watubun mendesak pimpinan TNI Polri di tingkat pusat segera menertibkan dan mengonsolidasikan kembali pasukan yang ditempatkan di Papua. Hal itu disampaikannya menanggapi peristiwa penembakan yang mengakibatkan tewasnya tiga anggota polisi di Mamberamo Raya dan dua warga sipil di Timika.

“Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Provinsi Papua, pertama-tama saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya tiga anggota polisi akibat bentrok di Mamberamo Raya, dan dua warga sipil di Timika,” ujar Watubun, Rabu (15/4).

Atas dua peristiwa yang menelan lima korban nyawa itu, Watubun juga mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan kongkrit yang perlu dilakukan secara mendalam dan transparan untuk mengungkapkan kedua peristiwa tersebut secara terbuka kepada publik.

Salah satu tindakan kongkrit yang dimaksud adalah pimpinan institusi TNI dan Polri di tingkat pusat, didesak untuk menertibkan kembali dan mengonsolidasikan kembali penempatan pasukan agar semua berada di bawah komando Pangdam XVII Cenderawasih dan Kapolda Papua.

“Karena setahu saya ada pasukan di Papua yang dikendalikan di luar kendali Pangdam dan Kapolda, sehingga menyulitkan Pangdam dan Kapolda dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Saat ini Pangdam XVII Cenderawasih dan Kapolda Papua adalah putera-putera Papua, tapi kondisi yang demikian (di luar kendali), menyulitkan posisi Pangdam dan Kapolda,” tegas dia.

“Oleh karena itu, pimpinan institusi TNI dan Polri di tingkat pusat seharusnya memberikan dukungan penuh kepada Pangdam dan Kapolda Papua, agar Pangdam dan Kapolda dapat bertindak secara terbuka dan profesional untuk mengungkapkan dua kejadian tersebut,” ujar Komarudin menegaskan.

Bung Komar, demikian Watubun biasa disapa kalangan terdekatnya, juga mengingatkan pemerintah pusat untuk serius menyelesaikan dua peristiwa ini.

“Karena, apabila masalah ini dibiarkan, dan tidak diusut tuntas, saya khawatir bisa memicu masalah politik lebih besar yang akan menyulitkan kita semua. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi wabah virus corona. Saya berharap jangan sampai isu virus corona menenggelamkan isu-isu lain, termasuk dua kasus ini, yang menurut saya sangat berpotensi memicu masalah politik,” ujar Bung Komar. (dil/jpnn)

Tinggalkan Balasan