Arsip Identitas & Hak Nilai Budaya Suku-Suku

Arsip Identitas & Hak Nilai Budaya Suku-Suku

Para pemangku adat keraton di Nusantara—para raja, sultan, pangeran—diajak oleh Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan nilai budaya Nusantara. Hal ini diutarakan oleh Presiden Widodo pada Pembukaan Festival Keraton Nusantara XI, yang digelar di Istana Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, Minggu 26 November 2017) malam (Setkab RI, 27/11/2017).

Dengan jumlah 1.340 suku di seluruh Negara RI saat ini, Bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya sangat hebat. Negara RI memiliki keragaman budaya, etnik, suku, dan ras dengan adat-istiadat, bahasa, nilai, dan sejarah yang sangat kaya dan beragam. Kekayaan budaya ini merupakan sejarah, warisan, dan kebanggaan Bangsa Indonesia serta merupakan basis persatuan-kesatuan dan identitas Bangsa Indonesia yang kini semakin terancam oleh globalisasi sains, teknologi, dan budaya global.

Maka kini, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu segera mengarsipkan dan mendokumentasikan gambar dan teks wujud sejarah dan kekhasan budaya 1.340 suku di Negara RI. Kearifan lokal, misalnya, bisa berwujud ataupun tidak berwujud-nyata seperti nilai adat, mitologi, folklor, legenda, dan lain-lain yang menentukan harkat dan martabat manusia di setiap suku. Apalagi identitas dan hak budaya dan tradisi sudah diakui, dijamin dan dilindungi oleh UUD 1945. Maka tugas Arsip Daerah ialah mengarsipkan identitas dan hak budaya dari 1.340 suku

Tinggalkan Balasan