100 Pemuda di Kota Jayapura Ikut Youth Leadership Forum Yayasan Lima Sila

100 Pemuda di Kota Jayapura Ikut Youth Leadership Forum Yayasan Lima Sila

PAPUAinside.com, JAYAPURA— 100 pemuda Papua mengikuti Youth Leadership Forum yang digelar  Yayasan Lima di Jayapura 7-9 Februari 2020.

Youth Leadership Forum ini akan digelar di beberapa kota di Indonesia bagian Timur seperti Maluku, Ternate dan NTT yang diawali dari Jayapura, Papua.

Founder Yayasan Lima, Komaruddin Watubun yang juga anggota DPR RI Fraksi PDIP mengatakan, inti persoalan bangsa saat ini adalah kepemimpinan, sehingga berangkat dari Timur Indonesia mempersiapkan putra-putri bangsa menjadi pemimpin yang hikmat dan bijaksana.

‘’Masalah bangsa sangat berat dan untuk mengatasi masalah itu harus dimulai dari pemimpin, karena seorang pemimpin menentukan keberlangsungan bangsanya. Jika pemimpin salah dalam mengambil keputusan maka bangsa akan porak poranda,’’ tandasnya.

Pelatihan generasi muda yang digelar Yayasan Lima Sila dimulai dari wilayah Timur Indonesia, karena wilayah ini berpotensi  menjadi pusat poros dunia karena letaknya serta kekayaan alamnya, sehingga membutuhkan pemimpin yang tepat dan bisa mengambil keputusan yang membawa keberlangsungan eknomi sosial dan lingkungan.

Yayasan Lima memilih generasi muda usia belia, mulai dari SD sampai SMA, karena karakteknya masih bisa dibentuk. ‘’Membentuk karakter itu sangat penting karena sangat mempengaruhi pengambilan keputusan,’’ jelasnya.

Ada empat hal yang dititikberatkan dalam youth leadership forum, yaitu TQ leadership yang berisi pengetahuan penentu kepemimpinan yang hikmat bijaksana yakni logika, etika dan estetika. competitive intelligence, leadership skills dan capabilities serta ecopreneurship dan sosiopreneurship.

Empat pengetahun tersebut diyakini penting dimiliki anak muda sejak dini sebagai pendidian karakter untuk mewujudkan leadership for sustainability.

‘’Kita persiapkan pemimpin yang mengambil keputusan dari informasi sebab tanpa informasi pemimpin bisa mengambil keputusan suka-suka kemapuan terbatas tidak mau dengar orang menghasilkan keputusan yang konyol,’’ tegasnya.

Peserta pelatihan juga nantinya akan menanam pohon untuk memebrikan pelajaran bahwa seorang pemimpin harus menyatu dengan alam, dengan menanam pohon mereka bisa memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Metode pelatihan kata Bung Komar 80% outbond dan 20% teori. ** (Nethy DS)

Tinggalkan Balasan